Tampilkan postingan dengan label Gudeg. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gudeg. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2009

RM Khas Jawa Tengah: Tongseng Kambing Kurma


Mulai dari Tongseng Kambing Kurma, Tengkleng Kambing, Gudeg Jogja hingga Nasi Liwet, semuanya Memang Beda



Bekasi, kelanakuliner.com
Inovasi rasa dan bumbu dalam dunia kuliner tak selamanya baru sama sekali. Salah satu kelana kuliner yang pernah temukan adalah masakan olahan dari daging kambing. Di samping masjid raya Al-Barokah Alun-Alun Kota Bekasi, ada Rumah Makan yang menyajikan menu makanan yang sedikit berbeda dengan sekitarnya, tapi mungkin tidaklah unik buat budaya orang Timur Tengah. Menu unik tersebut adalah Tongseng Kambing Kurma.

Bagaimana rasanya masakan sarat kolesterol ini ditambahi kurma dalam bentuk sirup itu? Menurut sang pemilik rumah makan, Hj. Yusuf yang bernama asli Hj. Ummi Salamah, buah kurma sejatinya dikonsumsi biasanya oleh orang Arab (Timur Tengah) saat bersamaan mereka makan kambing. Berdasarkan pengalaman dan budaya orang timur tengah, mereka termasuk penggemar makanan kaya kolesterol seperti Kambing Panggang, Sop Kambing dan segala olahan masakan dari kambing, namun jarang sekali mereka terkena penyakit tekanan darah tinggi.
Setelah diteliti ternyata kebiasaan mereka adalah menkonsumsi kurma dan madu secara bersamaan, termasuk herbal-herbal lain.

Karena itulah, atas saran seorang teman, saya mencoba untuk membuat Tongseng Kambing Kurma, dengan sesendok sari kurma di setiap porsi tongseng yang saya sajikan buat pelanggan akan menetralisir segala racun dan sumber penyakit yang datangnya ada pada daging kambing. Jadi kini orang-orang yang takut makan kambing, tak perlu kuatir lagi. Mereka kini bisa bebas makan serta menikmati tongseng kambing kami dan silakan periksa sendiri efeknya pada kesehatan tubuh.

Hj. Yusuf, wanita kelahiran Solo, 27 Oktober 1946 yang memiliki tanah lebih dari 1800 meter per segi ini, memang sudah diajarkan dunia usaha semenjak dirinya masih kecil oleh ibundanya. Perempuan yang bersuamikan H. Yusuf Zubaidi ini, membuka warung makan khas Jawa Tengah ini setelah ia menyewakan halaman depan rumahnya untuk warung serupa. Setelah selesai masa kontraknya, maka dia berinisiatif untuk membuka usaha sendiri, di samping mengisi kesibukan di masa pensiunnya semenjak suaminya meninggal, di samping itu sangat menikmati usaha kuliner dimana saat mengawasi karyawannya langsung memasak sajian khususnya itu.

Bila pelanggannya yang menggemari masakan Gudegnya, dapat dipastikan mereka kebanyakan adalah pelanggan yang jauh-jauh datang dari wilayah perumahan di Bekasi Utara, Harapan Indah, Bekasi Selatan, ungkap Hj. Yusuf berpromosi. Ibunda dari 3 orang putra putri Ir. Ahmad Syaifuddin, Dra. Atik Solihati, SH. dan Andi Syahrul Adi ini memfokuskan diri pada makanan khas Jawa Tengah, seperti Solo, Jogja atau daerah lainnya.

Untuk Tengkleng sajian khas RM Jawa Tengah, memang mempunyai rasa agak beda lain dari biasanya. Kalau Anda ingin merasakan Tengkleng khas Solo yang dicampur Kurma atau Madu, bisa Anda pesan. Namun biasanya yang disajikan adalah Tongseng, karena Tongseng lebih berasa manis.

Tertarik mencoba Tongseng Kambing Kurmanya RM Jawa Tengah milik ibu Hj. Yusuf? Anda bisa menghubungi pesanan di no. 081389.510.263 atau 0897.1441.49 atau bisa langsung berkunjung ke Alun-Alun setelah Masjid Raya Al Barkah Kota Bekasi, bila Anda datang dari arah kantor Polres Metro kota Bekasi atau RSUD.

Menu yang disajikan adalah:
1. Soto Kwali Daging Ayam... Rp.7.000,-
2. Soto Campur Daging Ayam... Rp. 7.000,-
3. Tengkleng Kambing... Rp. 13.000,-
4. Tongseng Kambing Kurma... Rp. 17.000,-
5. Tongseng Kambing Solo... Rp. 15.000,-
6. Nasi Gudeg Komplit... Rp. 15.000,-
7. Paket Nasi Veteran A (Nasi Liwet, Ayam selembaran) Rp. 10.000,-
8. Paket Nasi Veteran B (Nasi Liwet, Paha/Dada Ayam) Rp. 12.000,-

- Nasi putih..... Rp. 2.000,-
- Tahu Bacem..... Rp. 1.000,-
- Tempe....... Rp. 1.000,-

Minuman yang disajikan adalah aneka softdrink, es jeruk, es teh manis, jeruk hangat dll.

Sidik Rizal

Jumat, 03 Juli 2009

Gudeg Kendil Ibu Winarsih di Bintara Bekasi

Satu-satunya Gudeg Kendil Khas Jogja di Bintara Raya


Bekasi, dobeldobel.com
Jika anda melewati jalan raya Bintara dari Pondok Kopi menuju arah Pasar Kranji, maka setelah lewat atas jembatan layang jalan tol Cacing kurang lebih 100 meter anda bisa temui di sisi sebelah kiri anda warung makanan khas Jogjakarta yang sangat terkenal, yakni gudeg. Gudeg Kendil Ibu Winarsih Bintara. Buat anda penggemar gudeg yang mau merasakan makanan khas Jogja ini, sepertinya tak perlu lagi harus pergi ke Jakarta dan mencari di restoran besar makanan khas Jogja, (apalagi harus ke Jogja, jauh tauk!), cukup Anda lewati saja jalan tol Bintara Raya dan temui di seberang jalan layang seperti disebutkan di atas.

Mas Iwan dan istrinya, mbak Anti yang memang baru mengelola rumah makan (dia lebih suka menyebutnya dengan warung) selama 6 bulan di Bintara, namun begitu, pasangan suami istri beranak 1 ini sering sekali membuka warung bergerak (mobile) di Masjid Sunda Kelapa setiap hari Jum,at. Biasanya belum sampai jam 4 sore biasanya dagangan gudeg mereka sudah habis, dan mereka buka semenjak jam 10 pagi dengan mobil keluarga mereka di pelataran masjid itu.

Dan mereka juga biasanya buka di lapangan Pulomas setiap Minggu pagi, saat orang-orang di sekitar dan wilayah Jakarta berolahraga bersama keluarga secara rutin. Melihat makanan yang disajikan oleh Gudek Kendil Ibu Winarsih, maka tak aneh bila kebanyakan para pelanggannya adalah orang dewasa besrta keluarganya, baik yang datang ke warung Gudeg Kendil Bintara maupun saat mereka buka di Masjid Sunda Kelapa dan di Lapangan Olahraga Pulomas.

Selain identik sebagai Kota Pelajar dan Kota Seni, Jogja juga dikenal dengan sebutan Kota Gudeg. Ya, makanan yang terbuat dari bahan dasar buah nangka muda tersebut memang banyak dijumpai di kota yang juga penghasil batik ini. Di setiap sudut kota, entah itu pagi, malam, atau dini hari, selalu dapat kita jumpai para penjual gudeg yang ramai dikerumuni orang. Untuk menghasilkan makanan yang berwujud coklat kehitaman dengan rasa manis ini tidak mudah. Nangka muda yang dipilih harus dimasak selama satu hari satu malam diatas api tungku. Setelah itu pun, gudeg tidak serta merta disajikan. Supaya lebih nikmat, gudeg biasanya dihidangkan dengan telur atau ayam serta krecek yang akan memberi rasa pedas dan gurih.
Karena waktu memasaknya cukup lama, maka makanan pendamping nasi ini juga memiliki ketahanan yang lebih lama dibanding masakan yang lain. Jadi, bagi Anda para wisatawan atau pendatang yang ingin menyajikan makanan khas Jogja ini kepada kenalan atau kerabat jangan khawatir. Gudeg kering yang memang dipersiapkan untuk oleh-oleh dapat bertahan selama dua hari dalam perjalanan.
Namun bila sepanjang jalan Bintara Anda ingin mencari makanan yang terkenal dominan manis dan dibuat dari Nangka muda dengan lauk umumnya adalah Bacem Tempe, Pindang Telur serta Ayam Opor (biasanya dibuat dari ayam kampung), maka tak ada tempat lain selain Gudeg Kendil Ibu Winarsih. Nama Ibu Winarsih diambil dari nama ibunda Iwan, karena di samping sang ibu yang juga ahli masak gudeg, Iwan juga sangat mengidolakan orangtuanya itu.

Bila masalah rasa, saya sangat sarankan untuk mencobanya langsung di tempat warung Gudeg Kendil, karena Anda akan bisa menikmatinya hangat-hangat. Menurut Anti, Gudeg sengaja dihangatkan dengan anglo kayu bakar, jadi akan selalu terasa hangat. Karena keistimewaan rasa gudeg yang sangat terkenal bukan saja di seluruh Indonesia itu, tapi juga hingga manca negara seperti Malaysia, maka minuman yang disajikan pun tak aneh-aneh. Anda bisa memesan teh hangat atau pun es teh manis biasa, dan itu tidak akan mengurangi nikmatnya Gudeg Kendil.

Lalu mengapa harus diberi nama Gudeg Kendil, konon karena gudeg yang dimasak menggunakan kendil (wadah keramik terbuat dari tanah) dan biasanya dimasak menggunakan kayu bakar. Namun menurut Iwan, di rumahnya dimasak secara modern menggunakan gas. Biarpun begitu, masalah rasa tak jauh berbeda. Malah lebih bersih dapur rumah kami, imbuhnya sambil tertawa.

Lalu bagaimana bila Anda ingin memesan Gudeg Kendil Ibu Winarsih dari Anti dan Iwan? Cukup anda hubungi telp berikut ini, 021.9574.1925 atau 021.9291.7329. Bila untuk pemesanan minimal Rp. 25.000,- maka akan diantar gratis sepanjang radius wilayahnya kurang dari 5 km, namun bila lebih dari itu akan dikenakan biaya tambahan. Istimewanya lagi, menurut Iwan dan istrinya, Anti, mereka siap menerima panggilan untuk acara pesta dengan pemesanan berdasarkan jumlah porsi sedikitnya untuk 100 orang.

Sidik Rizal (kelanakuliner.com)